Barcelona Kalah, Gelar Kudeta Semakin Ketat

Barcelona Kalah

Barcelona Kalah, Gelar Kudeta Semakin Ketat. Ronald Koeman mengakui kesalahan anak asuhnya Barcelona hingga kalah berasal dari Granada. Bukan cuma lini belakang, Koeman terhitung tidak cukup suka bersama dengan kinerja para pemain di depan yang tidak tajam.

Barcelona kalah bersama dengan skor 2-1 saat bertemu Granada, Jumat (30/4/2021) dini hari WIB. Laga tunda pekan ke-33 La Liga musim 2020/2021 ini di gelar di Camp Nou.

Barcelona yang menguasai 82 % penguasaan bola sejatinya unggul lebih dulu. Lionel Messi mencetak gol pada menit ke-23. Namun, pada babak kedua, Granada membalas lewat gol Darwin Machis dan Jorge Molina.

Barcelona Kalah Di Kandang Sendiri

Ronald Koeman benar-benar kecewa bersama dengan hasil yang di dapat anak asuhnya. Pelatih asal Belanda itu menilai konsentrasi di lini belakang cukup buruk, khususnya pada babak kedua.

“Kami terhitung mempunyai kesempatan untuk mencetak gol, khususnya saat skor 1-0, namun kita kehilangan konsentrasi,” kata Ronald Koeman pada Marca.

“Itu sebabnya kita kalah, dan Granada menutup kita bersama dengan baik. Kami kudu terima bahwa kita kalah, namun kita kecewa karena ini adalah kesempatan besar,” tegasnya.

Koeman membawa dampak perubahan didalam starting XI di laga melawan Granada. Samuel Umtiti dan Ilaix Moriba bermain sejak menit awal untuk mengambil alih Clement Lenglet dan Pedri yang kudu duduk di bangku cadangan.

Barcelona Kalah, Gelar Kudeta Semakin Ketat - Barcelona Kalah, Gelar Kudeta Semakin Ketat

Koemen kecewa bersama dengan kekalahan atas Granada. Namun, dia tidak dambakan larut bersama dengan peristiwa tidak baik yang terjadi. Koeman pun meminta pasukannya mempunyai pola pikir yang sama. Mereka kudu langsung menatap laga selanjutnya.

“Sekarang kita kudu bersiap untuk hari Minggu melawan Valencia,” ucap Koeman.

“Kami mempunyai lima pertandingan tersisa di La Liga dan semua orang mengalami kesulitan. Kami kudu memenangkan kelima pertandingan untuk menjadi juara,” tegas mantan pelatih timnas Belanda.

Oleh karena itu, harapan Barcelona untuk naik ke puncak klasemen pun gagal terwujud. Kini, Blaugrana selalu duduk di peringkat tiga bersama dengan bersama dengan poin 71, tengah Granada menempati peringkat delapan bersama dengan bersama dengan poin 45.

“Hasil ini benar-benar mengecewakan. Kekalahan ini sulit diterima karena seharusnya kita mengontrol nasib kita sendiri,” sambung Koeman.

“Namun, tetap ada lima pertandingan sisa,” tutup pelatih Belanda ini.