ESL Menambah Beban Pemain, Protes Guardiola

Guardiola Protes ESL

kerasbolanesia – Laga ESL hanya Menambah Beban Bagi Para Pemain, Protes  Guardiola.  Perilhal ini muncul setelah Guardiola menyuarakan protes keras pada UEFA yang tidak dulu berkhayal para pemain. UEFA cuma inginkan lebih banyak pertandingan untuk mengeruk lebih banyak uang.

Beberapa hari selanjutnya dunia sepak bola menjadi heboh dengan ide European Super League (ESL). Gagasan ini di akui egois, cuma demi uang, dan pada akhirnya kelanjutannya batal karena protes oleh para fans. Namun, di sementara yang mirip UEFA mengumumkan format baru Liga Champions untuk tahun 2024 mendatang. Bakal tersedia lebih banyak pertandingan, sebetulnya mirip buruknya dengan ESL.

Tidak tersedia latihan

Format baru UCL itu bermakna dapat tersedia lebih banyak pertandingan sejak fase grup yang diubah menjadi liga. Artinya dapat lebih sedikit sementara istirahat bagi para pemain.

Bagi Guardiola, format itu tidak masuk akal. Sekarang saja dia tidak sanggup benar-benar melatih tim dengan layak.

“Saya tidak sanggup melatih pemain, cuma berusaha melindungi tim untuk senantiasa fit semaksimal mungkin. Saya tidak sanggup melatih apa pun, cuma memirsa video dan pemain mengingat-ingat apa yang perlu di lakukan,” ujar Pep kepada Sky Sports.

“Tidak tersedia pramusim untuk mempelajari prinsip-prinsip basic permainan. Sebagai pelatih, menguntungkan tersedia jeda internasional, namun tidak tersedia jeda itu bagi para pemain.”

Guardiola Protes Mengenai Kebijakan ESL

ESL Menambah Beban Pemain, Protes Guardiola - ESL Menambah Beban Pemain, Protes Guardiola

Ini bukan pertama kalinya Guardiola protes kepada UEFA, lebih-lebih nyaris seluruh pelatih dan pemain mengeluhkannya. Nahasnya, UEFA tidak dulu mendengar protes-protes berikut dan memilih tidak peduli.

“Para pemain senang sanggup bermain, namun kadang waktu tersedia ancaman cedera. UEFA tahu ini, namun tidak dulu peduli,” tegas Pep.

“Sejujurnya ini benar-benar banyak pertandingan, kita tidak sanggup beristirahat di tengah pekan. Akan tersedia lebih banyak pemain cedera.”

“Setiap kali kita protes soal ini kepada UEFA, mereka berkata dapat mempertimbangkannya, namun sehabis itu justru tersedia lebih banyak pertandingan, lebih-lebih tersedia kompetisi baru,” imbuhnya.

Seperti aktor yang kelelahan

Guardiola menyita analogi seorang aktor dalam sebuah teater. Aktor berikut benar-benar senang sementara diminta tampil di panggung, namun dia pun sanggup kelelahan jikalau jadwal tampilnya benar-benar padat.

“Ini layaknya aktor atau aktris dalam suatu teater yang perlu tampil tiga kali sehari. Mereka sebetulnya inginkan tampil apik, namun tiga kali sehari itu benar-benar banyak,” tutup Pep.